h1

RENUNGAN

November 9, 2009

“Si Ter”

Adakah dari kita yang selama hidupnya tidak pernah bertengkar entah itu dengan keluarga, teman, rekan kerja, sahabat, bahkan sesama rekan sepelayanan.

Rasanya tidak ada orang yang pernah tidak mengalami masalah ini entah suka atau tidak. Kita bahkan sering mempertengkarkan masalah yang tidak penting tapi ada rasa ketersinggungan didalamnya. Bahkan pertengkaran yang paling heboh justru terjadi didalam Gereja atau dalam keluarga – keluarga Kristen. Ditempat yang seharusnya menjadi tempat damai sejahtera. Seberapa sering justru kita adalah pemicu pertengkaran itu, ketika pendapat atau ide kita tidak diterima, atau kita merasa tidak dihargai oleh orang lain. Dalam diri kita selalu ada rasa ingin menjadi yang “TER” dalam segala hal. Siapa yang mau dianggap kurang, baik itu kurang berpengetahuan, kurang aktif, kurang inisiatif atau kurang-kurang lainnya. Ketika kita berada di rumah seberapa sering kita sebagai orangtua merasa sebagai yang paling berpengalaman sehingga perkataan kita harus didengar oleh semua orang?Kita adalah yang paling tahu tentang segalanya. Ketika dikantor kita selalu merasa yang terhebat dan tahu tentang banyak hal dan tak pernah salah. Digereja seberapa penting kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling banyak berjasa atau paling banyak berperan sehingga saya harus dihormati oleh yang lain. Pernahkah kita sadari sebagian besar dari pertengkaran yang terjadi disebabkan oleh kata yang bernama “Harga diri dan keegoisan”. Ketika harga diri saya tidak dinomor satukan oleh orang yang ada disekitar saya. Tunggu dulu, anda bukan sahabat saya, atau dengan kata lainnya anda sedang menantang saya. Ketika harga diri kita dipertaruhkan kita pasti bereaksi dengan keras dan berusaha untuk menjatuhkan orang yang menyinggung kita. Bagaimana pertengkaran tidak menjadi hal yang lumrah saat ini, ketika semua orang mau dihormati, dihargai, didengar, dianggap paling benar. Apa yang akan terjadi ketika semua orang mau idenya tau gagasannya yang dipakai, semua orang mau dihormati, kalau semua orang mau dihormati, pertanyaannya siapa yang menghormati? Seberapa sering pertengkaran dalam keluarga kita terjadi Karena kita selalu merasa sebagai yang tertua kita menuntut untuk didengarkan dan hormati. Sebenarnya banyak pertengkaran dapat dihindari ketika kita bisa belajar saling menghargai dan menganggap bahwa kitalah yang “TER”. Marilah kita mencontoh Yesus meskipun Dia dihina Ia tidak pernah merasa tersinggung tapi selalu berserah kepada Allah dan rendah hati. Ia tidak pernah merasa sebagai yang “TER” meskipun Dia adalah yang “TER”. Dia selalu membawa dan menciptakan damai dimana terjadi pertengkaran dan keributan dengan belas kasih, ramah, dan tidak pernah memihak siapapun juga. Jadilah pembawa damai, bukan sumber pertengkaran.

h1

WORSHIP

September 4, 2009

Worship is a huge thing.
We look forward to worship every week.
When the music includes one of our favourites, we say, “ The Worship was great!”.
When the music whas stinks, we yawn and wonder why the worship wasn’t very good.
We leave churches because of the “worship style”.
Worship is a huge thing.
Have you ever wondered if we’re more concerned with what worship does FOR us.
And less concerned with the Object of our worship?
It seems likeit’s more about what we GET not what we GIVE.
It would be like taking a gift to a friend’s birthday party, but keeping it for ourselves.
Worship is all about GIVING ourlives (again) to God.
Worship is not about the feelings we receive when we sing.
Worship is not about convincing God to bless us.
Worship is not about whether or not the guitar is too loud.
Worship is not about what’s happening on the stage.
Worship is not about entertaintment, lighting, or sound.
Worship is not about us as at all.
IT’S NOT ABOUT US
It’s about Him
And we enter through the gateway of cross.
At the cross, we
Surrender
Love
Cry
Dream
Give up
Shut up
Kneel
Confess
We look at God, and place Him above all else.
Because He is worth it!
Life gets crazy and painful.
JOB STRESS
DIVORCE
DEATH
ADDICTIONS
PARENTING
LONELINESS
No one can deny that.
No one is asking you to pretend that those things aren’t affecting you
DON’T PRETEND
You’re just being invited to bring that stuff to the cross, and to simply gaze at Jesus.
And as you look at Him, allow your response to be
Worship

h1

LIVE : BEAUTY & DUTY

September 4, 2009

Hidup yang kita jalani bukanlah rencana kita. Tanpa diminta hidup itu diberikan pada kita. Siapa lagi yang berikan jika bukan Tuhan? Maka pastilah hidup ini ada tujuannya. Perencanaan Tuhan bagi hidup kita sangat sempurna. Kita lahir dimana, suku apa, tahun berapa, hingga lahir pada jam serta detik keberapa sudah ada didalam rancangan-Nya yang mulia.

Hidup ini pasti indah, karena demikianlah Pribadi yang membuatnya. Namun keindahan itu bukanlah imun terhadap tentangan,derita, serta cobaan. Maka, selain Beauty, hidup ini juga memiliki Duty, dimana kita menjadi manusia menjadi reflector Allah selama di dunia. Kita akan melihat, betapa unik, indah, dan mencengangkan hidup yang dirancangkan-Nya bagi kita

h1

WHO AM I?

September 4, 2009

Who am I?
That the Lord of all the earth,
Would care to know my name,
Would care to feel my hurt.
Who am I?
That the bright and morning star,
Would choose to light the way,
For my ever wandering heart.

Not because of who I am,
But because of what you’ve done.
Not because of what I’ve done,
But because of who you are.

I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow,
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still You hear me when I’m calling,
Lord, You catch me when I’m falling,
And You’ve told me who I am.
I am Yours.
I am Yours.

Who am I?
That the eyes that see my sin
Would look on me with love
And watch me rise again.
Who am I?
That the voice that calmed the sea,
Would call out through the rain,
And calm the storm in me.

Not because of who I am,
But because of what You’ve done.
Not because of what I’ve done,
But because of who You are.

I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow,
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still you hear me when I’m calling,
Lord, you catch me when I’m falling,
And You’ve told me who I am.
I am Yours.

Not because of who I am,
But because of what You’ve done.
Not because of what I’ve done,
But because of who You are.

I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow,
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still You hear me when I’m calling,
Lord, You catch me when I’m falling,
And You’ve told me who I am.
I am Yours.
I am Yours.
I am Yours.

Whom shall I fear
Whom shall I fear
I am Yours..
I am Yours..

h1

DOA BAPA KAMI

July 13, 2009

أَبَانَا الَّذِي فِي السَّمَاوَاتِ،

Abânâ allâthi fî-ssamawât

Bapa kami yang di sorga

لِيَتَقَدَّسِ اسْمُكَ

Li ataqaddas Ismuka,

Dikuduskanlah nama-Mu

لِيَأْتِ مَلَكُوتُكَ.

Li a’ty Malakutuka,

Datanglah Kerajaan-Mu

لِتَكُنْ مَشِيئَتُكَ

Li takun mashiatuka

Jadilah kehendak-Mu

كَمَا فِي السَّمَاءِ

Kama fi-ssamâwy,

Di bumi seperti di sorga

كَذلِكَ عَلَى الأَرْضِ

Kadhalika ‘ala-l’ard.

Berikanlah kami pada hari ini

خُبْزَنَا كَفَافَنَا أَعْطِنَا الْيَوْمَ.

A’tina khubzena kafêfa yaumina

Makanan kami yang secukupnya

وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا

Wa ukhfer lana khatayânâ

Ampunilah kami akan kesalahan kami

كَمَا نَغْفِرُ نَحْنُ أَيْضًا لِلْمُذْنِبِينَ إِلَيْنَا.

Kamâ nahnu nakhfir li man akhta’ ilaynâ

Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami

وَلاَ تُدْخِلْنَا فِي تَجْرِبَةٍ، لأَنَّ لَكَ الْمُلْكَ،

Wa lâ tudkhilnâ fî-ttajârib,

Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan

لكِنْ نَجِّنَا مِنَ الشِّرِّيرِ.

Lâkin najinâ min-ashsherir.

Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat

آمين
Amin
Amin